Academic Development - Zero Waste, Zero Hunger Campaign

Berdasarkan Global Citizenship Program yang saya ikuti, metode pengajaran yang melibatkan interaksi dari tiap anggota kelompok ini dapat memudahkan penyampaian pendapat sebagai sesama pelajar tanpa ada rasa sungkan. Diskusi ini juga dapat dilakukan pada guru dengan siswa, yang menghasilkan dialog bermakna ketika keduanya dapat saling memahami dan memberikan pemahaman dengan cara sebaik-baiknya. Hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan perjalanan para siswa Global Citizenship Program ke Whole Foods Market yang bertujuan untuk melakukan survei langsung terhadap pengeluaran bulanan pada sektor makanan pada sebuah keluarga. Hal itu berkaitan erat dengan topik pengajaran Sustainable Development Goals (SDG) Target 2: Zero Hunger (Penuntasan Kelaparan).



Berfokus pada Sustainable Development Goals (SDG) Nomor 2 (Zero Hunger) dan 12 (Responsible Consumption and Production) yang amat bertalian satu dengan lainnya, saya menciptakan "Zero Waste, Zero Hunger Campaign". Didukung dengan urgensi masalah dewasa ini dan bekal pengetahuan yang telah diberikan oleh University of Toronto, saya pun membuat kampanye dalam sosial media, tepatnya Instagram story dengan konten interaktif seperti poster dan tantangan bagi para pengikut akun media sosial saya untuk turut berpartisipasi.

Pengetahuan tentang Sustainable Development Goals (SDG) Nomor 2 (Zero Hunger) dan 12 (Responsible Consumption and Production) yang dirumuskan dari berbagai sumber terpercaya seperti laman daring resmi United Nations (UN), berbagai penelitian baik berskala nasional maupun internasional, dan sebagainya. Materi dapat diakses melalui https://bit.ly/ZeroWasteZeroHungerCampaignAtha 




Comments